#e39608 Rumah Tsunami Ulee Lheue - Ferhat Muchtar - Catatan Seru!

Rumah Tsunami Ulee Lheue


Rumah Tsunami di Ulee Lheue
Menjelang peringatan tsunami saban tahun, saya sering keliling kota melihat puing-puing yang masih berserak di sekitar kota Banda Aceh.  Biasanya pemandangan seperti itu mudah ditemui dipinggiran kota Banda Aceh, berdekatan dengan laut.


Sabtu kemarin sambil bersepeda, saya menempuh jalur ke Ulee Lheue. Ulee Lheue, termasuk kawasan yang paling parah dihantam tsunami. Hampir keseluruhan bangunan, perpohonan di kawasan ini, rata dilibas tsunami. Hanya lantai rumah yang tersisa. Sebagian hanya ruangan kamar mandi persegi yang tersisa.



Kini, kawasan Ulee Lheue kembali ramai. Pertokoan, perumahan, taman-taman kota mulai berkembang. Hanya beberapa ruas dengan mudah kita temui sisa tsunami. Seperti halnya rumah H. Syafriel Antony. Rumah yang lumayan luas ini, letaknya disamping jalan menuju ke pelabuhan Ulee Lheue.

Prasasti nama korban



Saya taksir, awalnya rumah ini megah. Kelihatan dari pondasi sisa ruangan yang masih dibiarkan hancur sejak tsunami. Rumah ini berlantai dua. Namun lantai duanya “hilang” dihantam tsunami. Cuma bersisa tangga. Dari luar rumah sebuah plang nama berdiri tegak menghadap jalan. Menjelaskan nama si pemilik rumah. Di sisi kiri rumah paling ujung, sebuah prasasti menempel di dinding rumah. Ada 7 orang yang hilang dari rumah ini pada tsunami silam. Yang paling tertua berusia 71 tahun, dan termuda 2 tahun.

Tak ada informasi lebih lengkap siapa sebenarnya IPTU POL (AMT) Dewa M Adrian yang begitu baik menyisakan rumahnya menjadi situs tsunami, sebagai bukti bahwa tragedi besar pernah terjadi di tanah ini.

Tangga ke lantai dua


Saya cuma bisa mengitari rumah melihat puing-puing yang terbengkalai; kamar mandi yang hancur, lantai dua yang lenyap, tangga yang tinggal separuh. Menggali informasi lebih dalam, saya kesulitan. Tak ada seseorang yang bisa ditanyai. Sepintas, rumah ini dirawat rapi. Taman tertata apik di luar, pot-pot bunga besar diletakkan sedemikian rupa agar mempercantik rumah. Di depan teras, sebuah tiang bendera baru selesai dikerjakan.

tampak dari depan










Jika ini dikelola dengan baik, saya yakin akan banyak orang-orang yang singgah untuk sekedar foto atau mengenang mereka-mereka yang telah pergi ketika tsunami. Bagi kamu, yang sering menempuh perjalanan ke Ulee Lheue, tak salah untuk sekedar mampir kemari.

About Ferhat Muchtar

FERHAT MUCHTAR
Author/Tourism Writer. Dreamers. Ex Banker. Teller Sampai Teler.
Suka makan kuaci. Tukang koleksi buku.
email: ferhattferhat@gmail.com
Tulisan yang mungkin kamu suka × +

0 komentar:

Post a Comment