#e39608 Gegap Gempita Workshop Gola Gong - Ferhat Muchtar - Catatan Seru!

Gegap Gempita Workshop Gola Gong

Apa yang paling berbahagia di dunia ini? Mungkin salah satunya, ketika kita bisa mengalahkan ketakutan kita sendiri.

Sabtu kemarin (5 mei), Forum Lingkar Pena (FLP) Aceh menggelar workshop menulis novel dengan Gola Gong. Persiapannya hampir sebulan. Acara ini dihandle oleh anggota yang baru bergabung beberapa bulan lalu. Semangatnya?? Beuuhhh, luar biasa! Nyaingin kekuatan Tutur Tinular.

Persiapannya begitu rumit. Aku termasuk bergerak dari awal sekali. Kali pertama ketika Gola Gong menghubungi FLP Aceh jadi penyelenggara. Seperti biasa, FLP cuma modal nekad dan semangat. Masalah uang? masa bodo' dipikirin sambil jalan. Prinsipnya sederhana, niat baik pasti ada jalan.

Dan jalan pun terbuka. Perlahan beberapa donatur/sponsorship muncul unutk mendukung kegiatan ini. Walaupun awalnya ada beberapa kendala unutk menjaring mereka. Dan tadaaa!! Suatu sore, kak Fida salah satu anggota FLP yang suaminya bekerja di Telkom, mengabarkan jika Telkom mensupport acara ini dengan baik! Wuiihhh, bahagia tak terkira. Kebayangkan gimana hebohnya kalo orang kere dapat sekarung uang *cium tower telkom



Dan pergerakanpun dimulai. Aslan muncul sebagai kepala suku dalam kepanitiaan. Dan gundik-gundiknya adalah teman-teman seangkatan yang lahir dari rahim Lubuk beberapa bulan lalu. Dan benar, semangatnya mereka hampir seimbang semuanya. Meminjam istilah Soimah, mereka semua JOS GANDOS!!!

Entah kapan, tiba-tiba aku ditunjuk sebagai moderator unutk kegiatan ini. Awalnya pesimis. Bahkan rada minderan. Mengingat udah terlalu lama nggak muncul ngalod ngidul jadi MC dan moderator. Terlebih aku orangnya moody, mudah betean, gampang bosan takut malah kebawa. Tapi bermodalkan kenekatan dan kejayaan masa lalu, akhirnya pemaksaan dari panitia diterima juga. Awalnya terima, soalnya digadang-gadang bakal diberi makan siang spesial sewwaktu hari H dengan  nasi kotak seharga Rp 20.000 menu ayam rendang. Hahhahahah.. Nyatanya? Hadeuuhhh *senggol Siti

Disaat mendekati hari H, banyak hal remeh temeh yang nggak selesai. Terutama di sie Acara. Mengingat acara ini akan disetting selayak Panasonic Award, banyak yang harus dilengkapi. Tapi disaat yang sama, kesibukan Donni menjelang wisuda juga semakin padat. Belum lagi Aslan yang masih kuliah.

Maka saban malampun ada rapat. Aku selaku Tuha Peut di FLP berusaha datang. Bahas ini itu. Kadang-kadang sampe larut malam. Di malam itu juga Adit datang, dia sekretaris acara. Dara juga ngumpul. Dia yang paling gelisah gundah gulana galau dan sebagainya dengan tiket bejibun. Kepanikannya makin bertambah. Menjelang hari H, banyak tiket yang belum terrekap. Ntah kemana-mana tercecernya. Paniknya pun makin parah. Maka, kami ajarlah beramai-ramai bagaimana caranya agar Dara menjadi pribadi kejam dan tega (sifat yang jauh sekali dari kegirangan Dara). Dan hasilnya... jrengg..jreengg... BERHASIL! Masalah tiket yang selama ini menjadi mimpi buruknya, selesai dalam kurun waktu 3 jam!

Hingga suatu malam, mengingat FLP harus menggarap video baru dan briliannya ide-ide Doni untuk konsep acara. Aku bermalaman di kost-annya Aslan. Niatan awalnya bikin video. Garap video sampe subuh biar hasilnya bagus tak tertandingi. Hasilnya, eh, malah numpang tidur di kostnya Aslan ><

Aslan yang dari Isya berkoar-koar kalo dia bisa tidur cuma 15 menit dan garap video ini seorang diri, eh, malah molor nggak bangun-bangun. Hasilnya bisa ketebak. Videonya juga nggak siap!! Yaiyalahhh yang buatnya malah tidur tengkurap didepan laptop.

Dan lebih bikin aku syok dan sedikit panik, tiba-tiba Doni mengabarkan kalo disaat hari H aku akan dipanggil menjadi moderator dengan iringan musik dan suara latar. Kayak di tipi-tipi. Makjaaangggggggg....makin gelisah gundah gulana.

Mana udah lama nggak cuap-cuap didepan orang banyak, eh dibikin yang nggak-nggak. Dan keadaan semakin parah, sewaktu Aslan kabari kalo nanti juga akan diputar video tentang aku. Dododoeeee..apa-apaan ini!

Ngancam mengancam pun terjadi. Aku bersikeras nggak akan mau muncul kalo mereka macam-macam. Aslan mengalah. Doni tetap kukuh nggak mau mundur. Katanya, "terserahlah abang marah atau nggak, yang penting suara dengan musiknya tentang ada..."

Yaellahhh, padahal si Doni tu yang kepingin eksis. Soalnya rekamannya suara dia. Hahahhahaa...

Acak kadutpun dimulai pagi hari minggu (5 mei). Di pagi yang lagi persiapan menjelang acara, baru ketahuan kalo proyektor, infocus nggak bisa dipake! Alasannya kabelnya kependekan!!! Wushhhh..panik mulai menjadi-jadi. Mana peserta mulai masuk satu persatu. Obrak abrik sana sini, narik itu ini, akhirnyaa huhfhh tersambung juga walaupun akhirnya terpaksa pake satu layar dari dua layar yang telah disiapkan.

Lagi siap-siap nyetel ini itu, baru keingat. WAHH!! Gola Gong siapa jemput???!!!! Gola Gong masih di Wisma, lha acaraya mau dimulai. Cckkckc...Dan Munawar-lah pahlawannya. Dia baru muncul tiba-tiba didepanku langsung kutodong untuk jemput Gola Gong di penginapan. Tanpa banyak membantah, dia langsung hayukk!! Nah, yang gini bikin keren dan bikin kerja makin terasa gampang!

Dengan naik becak Munawar langsung bopong Gola Gong ke aula Mahkamah Syariah. Asyeekkk sebecak berdua.

Setelah semuanya beres. Acarapun dimulai. Nariska muncul membuka acara. Simple dan elegan *halah! Padahal beberapa menit sebelum dimulai dia ngaku ketakutan. Dan Aula membuka dengan ayat suci dengan baik dan menutup doa dengan lancar.

Dan acara talkshow pun dimulai. Sebelumnya diputar video perjalanan FLP Aceh sejak 2001. Video yang kemarin sempat gagal digarap karena ketiduran, rupanya dikejar maksimal olehh Aslan dan Doni semalam sebelum acara. Semalam suntuk! Bahkan pengakuan mereka, mereka cuma 2 jam! Hasilnya? so sweeettt.. manis sekali! Terlebih suara kakak Celine Dion sebagai music latar video. Makin membahanalah! Terlebih dengan sound system yang pooll!!

Setelah video FLP usai maka...

Jreeenggjjjreengggg... muncullah suara Doni memperkenal aku ke seluruh penghuni aula. Haduuhhh mak'eeee.. serasanya acak kadut. Malu, risih, ckckkckckc *ngurut-ngurut dada. Dan gemuruh tepuk tangan membahana seisi aula. Serasa kayak ikut X Factor!! *Ferhaaaaaaaattttttttt (lengkingan anggun *eh)




Dan acara dimulai seperti diharapkan. Gola Gong interaktif tak terkira. Penonton luar biasa. Pedenya melebihi kapasitas. Disuruh apaaaa aja mau ajaa. Paling seru waktu Gola Gong nyuruh peserta main drama di depan. Haduuhh bagian ini bikin oksigen, darah semuanya lari ke kepala. Nggak nahan ketawanya!

Belum lagi sewaktu disuruh bikin sinopsis novel. Disuruh apa yang dibacanya apa. Malah sebagian jadi curhat didepan. *apaan seh! tapi lucu. penonton guling-guling..

Yang bikin suriprise sewaktu tim Kamoe Publishing House, lini khusus FLP Aceh juga memutar trailler buku terbaru "Oh My Mom!" disaat menjelang makan siang. Videonya lucu, kreatipp!! Hasil kerja kak Beby. DEMII TUHAANNN!!

Dan menjelang siang sewaktu ishoma baru ketahuan kalo makan siang belum nyampe di tempat acara!! Ya Tuhannn, peserta udah kocar kacir cari makan. Siti dan Syuhada pontang panting telepon sana sini trus ngancam si Ibu katering. Sepuluh menit kemudian, makan siang pun ada. Dan pesertapun nggka jadi busung lapar.




Sampe sore acara berjalan lancar. Meriah. Semuanya menikmati. Semuanya bernorak-norak gembira. Sore lelah itu ditutup dengan berfoto bersama. Dan serunya lagi, selama acara kemarin malah aku rame jumpa dengan teman-teman lama. Malah reunian akhirnya.

Kelelahan semua ini terbayar dengan baik setelah acara sukses!

Salam hormat untuk panitia! Nurul pemegang harta kekayaan acara, Riri yang sibuk ngurus aqua, Fanny pendekar roti yang ngangkut roti segede gaban dari Lhoknga (beneran takjub), Nazri alias Ariel dan Reza yang bergadang print sertifikat di sekret FLP trus terpaksa aku hardik gara-gara kelamaan pesan spanduk, Ulfa operator yang berdiri dari pagi sampe sore, Isra yang handle tempat. Tina yang kocar kacir cari infocus. Isni, Junaida, Amalia, Hilal, Rio, yang setiap handle adek-adeknya, Oja tetap greh groh sendiri,  Nawra yang luar biasa, Sanah dan Nana yang tiba-tiba penjaga bazar, dan teman-teman yang sangaatttt ruaarrr biasa yang nggak mungkin disebut satu persatu.




kalo Ariel Noah bilang, "KALIAN SEMUA LUAR BIASAAAAAAA............" sambil meyeng-meyeng kepala!

#salam hormat!!

About Ferhat Muchtar

FERHAT MUCHTAR
Author/Tourism Writer. Dreamers. Ex Banker. Teller Sampai Teler.
Suka makan kuaci. Tukang koleksi buku.
email: ferhattferhat@gmail.com
Tulisan yang mungkin kamu suka × +

16 komentar:

  1. Keren dek hahahahhaha

    ReplyDelete
  2. Hahaha, Bereh Bang Tuha Peut.. Kita tunggu acara selanjutnya.. B)

    ReplyDelete
  3. bang asli raditya dika pasti mundur jadi penulis kalo baca tulisan lo yang satu ini, kocak parah wkwkwk XD

    ReplyDelete
  4. hahahhahahahha...baca tulisan yang lain yaa..
    tolong dishare kemana2, biar rame yang ngunjungi.

    ReplyDelete
  5. mana link blog bang ariel?

    ReplyDelete
  6. hahahhaa...
    xie xie, lho bg saya di panggil pendekar..
    hehehe...

    ReplyDelete
  7. semacam kenal nih sama cewek pendek berkemeja coklat tanggung, yg ada di foto.......
    hahahahahahahhaaaaa.......
    #siram aer seember utk bro Ferhatttttttttt...

    ReplyDelete
  8. nggak rugikan mampir kemari, ada fotonya. EKSKLUSIF!!!!!!!!!

    ReplyDelete
  9. leeeh males banget promo gaada yang gratis -,-

    ReplyDelete
  10. Hahhahaha.... ajegileee versi Bang Ferhat.... hahahaha...

    ReplyDelete
  11. Haha ada tuh bang di blog isni, mampirlah... ubek-ubek aja gratis kok. :p

    ReplyDelete