#e39608 Sunset di Syiah Kuala bikin menganga - Ferhat Muchtar - Catatan Seru!

Sunset di Syiah Kuala bikin menganga

Lihat sunset di balik gunung bisa di Syiah Kuala. Sunset tenggelam di tengah laut bisa dilihat di Lhoknga atau Lampuuk. Kepingin lebih tinggi, bisa di Neuheun

Menjelang maghrib tadi aku mengantar seorang teman yang tinggal di kawasan Syiah Kuala. Syiah Kuala daerah pinggiran Banda Aceh. Letaknya bersebelahan dengan laut. Dari tepian pantai, kita bisa melihat Pulau Weh (Sabang) dari kejauhan. Jika beruntung kapal berseliweran pun mudah dilihat.

Selain berbatasan dengan laut, Syiah Kuala juga dipenuhi tambak warga. Kurasa berhektar-hektar luasnya. Pohon bakau tumbuh nggak beraturan. Sepanjang jalan, pohon cemara menjulang tinggi.

Tanah basah. Hujan baru saja turun. Dari kejauhan pelangi melengkung dengan mozaik warna. Dan yang membuat semakin terpana adalah sunset yang luar biasa. Menuju Syiah Kuala, tambak berhamparan di sisi jalan. Dari sana aku bisa melihat gunung yang menjulang tinggi dan langit semakin jingga.

Semburatnya bikin gila. Keren sekali. Berdua Aslan kami menganga dan memarkir sepeda motor di tepian jalan. Ini moment yang dahsyat. Menjelang maghrib. Hujan. Langit mendung. Dan matahari mulai turun.

Cahaya emasnya semburat seluas langit. Bergandeng dengan mendung. Lekas kamera dikeluarkan. Bernarsis ria dengan latar sunset Syiah Kuala. Hal sama juga dilakukan segerombolan gadis-gadis Tionghoa. Dua mobil mereka duluan menepi. Lensa segede gaban dikeluarkan dan motret berlangsung riuh.

Dengan kamera digital saku, kami jeprat jepret. Hasilnya? Wuiiihhh keren sekali! Ini foto hasil jepretan Aslan. Tanpa diedit apa-apa ataupun ditambahin pencahayaan sana sini. Beneran Aseli!

Sunset di Syiah Kuala (foto; Aslan Saputra)
keren! (foto: Aslan Saputra)
nunggu jodoh muncul dari tambak


Menurutku alam Aceh keren! Diluar sana, orang-orang bejibun menunggu sunset. Teringat waktu di Bali tempo hari. Orang berduyun-duyun ke laut menunggu sunset. Menunggu matahari tenggelam aja udah jadi wisata.

Nggak salah kalo di Aceh suatu saat menerapkan juga hal serupa. Terkadang terlintas di pikiran, coba di Syiah Kuala ini ada semacam jembatan menjulang tinggi di tengah tambak. Dari sana orang-orang bisa melihat sunset dengan sempurna. Keren! Soalnya ia tenggelam di balik gunung. Atau kepingin lihat matahari tenggelam bulat-bulat di tengah laut? Bisa lihat di Lhoknga atau Lampuuk.

Kepingin lihat dari sudut lebih tinggi? Bisa ke Neuheun, komplek perumahan Jackie Chen yang berada di puncak bukit. Pernah sekali sore aku duduk disana. Pemandangannya bikin menganga. Dari puncak bukit, air laut terhampar luas. Bergandeng dengan hijaunya pergunungan. Kata si abang pemilik warung, kalo matahari terbit dan tenggelam disini paling keren. Nggak heran saat aku berkunjung, wisatawan Jepang lagi leyeh-leyeh sambil jeprat jepret.

Sama halnya ketika di Syiah Kuala tadi, gerombolan warga Tionghoa ini kurasa berasal dari luar daerah. Ketahuan dari plat mobil bernomor beda. Bahkan setelah matahari semakin redup, mereka pergi ke pantai Syiah Kuala dan foto-foto dengan latar pulau Weh. Berselendang rame-rame sambil nutup-nutup kepala.

Padahal menurutku dari sekian banyak laut di Banda Aceh/Aceh Besar, pantai Syiah Kuala kan biasa-biasa amat. Bukan tempat tujuan paling rame diincar. Tapi bagi orang-orang luar, yang ginian malah dicari dan dikunjungi. Coba kalau ditata lebih baik, pasti lebih eksis!

Teringat kayak pegawai hotel di Bali yang semangatnya minta ampun promosiin untuk lihat sunset di pantai Kuta. Kayaknya suatu saat nanti, kita juga harus promosiin wisata sunset di Aceh!


About Ferhat Muchtar

FERHAT MUCHTAR
Author/Tourism Writer. Dreamers. Ex Banker. Teller Sampai Teler.
Suka makan kuaci. Tukang koleksi buku.
email: ferhattferhat@gmail.com
Tulisan yang mungkin kamu suka × +

16 komentar:

  1. asli mantap, pernah dalam sebuah status memang sunset di Aceh paling yahud apalagi wilayah pantai barat selatan :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. pantai barat selatan lbih keren? hmmm..boleh dicoba!

      Delete
  2. Kereeeeeeeeeeeen li tu bang. Pengen juga bisa lihat sanset, tapi gimana mau dapat momen gtuan klau sblum magrib hrus go home. ;((

    ReplyDelete
  3. dari dlu pengen ke acehh.. tapi belum kesampaian, mg taon dpn bs pergi kesana dan menikmati alamnya!

    ReplyDelete
  4. ngak boleh ada jembatan di tengah tambak.. karena pas azan magrib bukan ke mesjid malah ke tambak. bukannya shalat malah nunggu jodoh muncul. emang nunggu engkot seungko

    ReplyDelete
  5. This comment has been removed by the author.

    ReplyDelete
    Replies
    1. This comment has been removed by the author.

      Delete
  6. Kerenzzz ... Foto-fotonya juga ya, Aslan ... Sangat kerenzz ...

    (h) (h) (h)

    patut dirayakan nih cheer

    (lagi latihan buat emoticon)

    (serius habis)

    :-)

    pake co-pas rupanya

    ReplyDelete